Efek Samping Pengobatan Leukemia

Perawatan kanker bisa merusak berbagai sel dan jaringan yang sehat. Efek sampingnya bisa secara umum ataupun spesifik, tergantung pada banyaknya faktor, termasuk tipe dan luasnya perawatan. Efek sampingnya mungkin tidak akan sama untuk setiap orang, bahkan akan berubah dari satu sesi perawatan ke perawatan berikutnya.

Anda bisa mengetahui efek samping dari setiap metode perawatan denga meminta penjelasan kepada dokter. Dokter pula yang akan menyarankan cara-cara untuk mengendalikan efek samping tersebut.

Sekarang akan kita lihat efek samping dari metode-metode perawatan leukemia.

1. Efek Samping Kemoterapi

Efek samping dari kemoterapi terdapat pada obat-obat spesifik dan dosisnya. Obat-obatan anti-kanker pada umumnya bisa memengaruhi sel-sel yang membelah secara cepat, terutama sel-sel leukemia. Kemoterapi dapat juga mempengaruhi sel-sel lain yang membelah secara cepat, yaitu :

a. Sel-Sel Darah. Sel-sel ini melawan infeksi, membantu darah membeku, dan mengangkut oksigen ke seluruh bagian tubuh. Ketika sel-sel darah terpengaruh, penderita leukemia lebih mudah mengalami infeksi, memar, perdarahan, dan rasa lemah serta lelah.

b. Sel-Sel Pada Akar Rambut. Kemoterapi dapat menimbulkan kerontokan rambut. Rambut memang bisa tumbuh kembali, tapi warna dan teksturnya akan berbada dibandingkan sebelumnya.

c. Sel-Sel yang Melapisi Saluran Pencernaan. Kemoterapi dapat menyebabkan luka mulut dan bibir, mual dan muntah, diare, serta penurunan nafsu makan. Namun demikian, efek samping ini dapat dikontrol dengan obat-obatan

Beberapa obat anti-kanker juga dapat memengaruhi kesuburan sang penderita. Pada perempuan, misalnya periode menstruasi tidak teratur atau berhenti sama sekali, juga munculnya gejala-gejala menopause, seperti kepanasan dan kekeringan vagina. Sedangkan, pada laki-laki, misalnya akan mengakibatkan terhentinya produksi sperma.

Pada anak-anak penderita leukemia, kesuburan mereka tetap normal ketika mereka tumbuh dewasa. Namun, semua itu tergantung pada jenis obat, dosis dan umur si penderita. Artinya beberapa anak laki-laki dan perempuan mungkin saja menjadi tidak subur ketika mereka menjadi dewasa.

2. Efek Samping Terapi Target

Terapi target yang digunakan untuk leukemia myeloid kronis hanya mempengaruhi sel-sel leukemia sehingga efek sampingny pun lebih sedikit daripada obat-obatan anti-kanker lainnya. Metode Gleevec, misalnya, hanya menyebabkan pasien menahan air sehingga terjadi pembengkakan atau kembung.

3. Efek Samping Terapi Biologi

Terapi biologi memiliki efek samping yang berbeda-beda, tergantung tipe berbagai senyawa yang digunakan. Efek samping yang umumnya muncul adalah ruam-ruam atau pembengkakan akibat terapi biologi yang disuntikkan. Gejala-gejala seperti influenza juga mungkin terjadi.

4. Efek Samping Terapi Radiasi

Terapi radiasi dapat menyebabkan penderita leukemia menjadi sangat lelah ketika perawatan berlanjut. Istirahat adalah penting, namun dokter biasanya menyarankan agar penderita sebisa mungkin tetap aktif. Sebagai tambahan, ketika pasien menerima terapi radiasi, umumnya kulit mereka menjadi merah, kering, dan peka pada area yang dirawat.

Efek samping lain tergantung pada area tubuh yang dirawat. Jika kemoterapi diberikan pada saat yang bersamaan, efek samping mungkin akan lebih buruk. Dokter biasanya akan menyarankan cara-cara untuk mengurangi persoalan-persoalan tersebut.

5. Efek Samping Transplantasi Sel Induk

Pasien-pasien yang menjalani trasnplantasi sel induk menghadapi peningkatan resiko infeksi, pendarahan, dan efek-efek samping lainnya karena dosis kemoterapi dan radiasi yang besar. Sebagai tambahan, graft-versus-host disease (GVHD) mungkin terjadi pada penderita yang menerima sel-sel induk dari sumsum tulang seorang donor.

Dalam GVHD, sel-sel induk yang didonasikan bereaksi terhadap jaringan-jaringan pada si penderita. Yang paling sering terpengaurh adalah hati, kulit dan saluran pencernaan. GVHD bisa menjadi ringan atau sangat parah, juga dapat terjadi kapanpun setelah pencangkokan dilakukan, termasuk baru terjadi bertahun-tahun kemudian.

Cara Pemesanan Kapsul Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme)

Jual Kapsul Keladi Tikus Obat Herbal Tradisional Untuk Pengobatan Kanker, Tumor & Kista

Harga Keladi Tikus

Harga Keladi Tikus ( Typhonium Flagelliforme ) Obat Leukemia Alami Ampuh

Harga Kapsul Keladi Tikus 1 Botol isi 60 kapsul = Rp.115.000,-

(Untuk Pemakaian 10-20 Hari)

Paket HEMAT Setiap Beli 3 Botol GRATIS 1 Botol

Harga Paket Hemat Keladi Tikus ( Typhonium Flagelliforme ) Obat Leukemia Alami Ampuh

Paket HEMAT Setiap Beli 3 GRATIS 1 Total Rp.460.000 Jadi Rp.345.000

(Dapat 4 Botol dan Hemat Rp.115.000)

(Untuk Pemakaian 40-60 Hari)

Cara Pemesanan Cepat Kapsul Keladi Tikus:

SMS ke 0878-8856-6863, tuliskan : Pesan Kapsul Keladi Tikus, Jumlah Botol yang dipesan atau beli Paket Hemat 3botol gratis 1botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Leukemia, Obat Leukemia and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.